Selasa, 25 Oktober 2011

LINGKUP PROMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTEK KEBIDANAN MENURUT SASARANNYA (PADA IBU NIFAS)


A.      Pengertian
Promosi Kesehatan ( Health Promotion ) adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja,namun berkaitan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.
Lingkup Promosi kesehatan adalah proses pemberdayaan masyarakat agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Ini mencakup pendidikan kesehatan (health education) yang penekanannya pada perubahan atau perbaikan melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan.
Promosi kesehatan adalah juga upaya penyuluhan (upaya komunikasi dan informasi) yang penekanannya pada penyebaran informasi.
Masa Nifas puerperium adalah masa sejak melahirkan sampai pulihnya alat-alat reproduksi & anggota tubuh lainnya yg berlangsung sampai sekitar 40 hari (KBBI, 1990).

B.       Tujuan Masa Nifas
1.      Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.
2.      Melaksanakan skrinning secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.
3.      Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, cara dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-hari.
4.      Memberikan pelayanan keluarga berencana.
5.      Mendapatkan kesehatan emosi.


C.      Tahapan-tahapan Masa Nifas
Masa nifas terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu :
1.      Puerperium dini
Suatu masa kepulihan dimana ibu diperbolehkan untuk berdiri dan berjalan-jalan.
2.      Puerperium intermedial
Suatu masa dimana kepulihan dari organ-organ reproduksi selama kurang lebih enam minggu.
3.      Remote puerperium
Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat kembali dlam keadaan sempurna terutama ibu bila ibu selama hamil atau waktu persalinan mengalami komplikasi.

D.      Waktu Kunjungan Masa Nifas
a.       Kunjungan I ( 6- 8 jam)
Tujuannya:
1)      Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
2)      Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan merujuk bila perdarahan berlanjut.
3)      Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan pada masa nifas karena atonia uteri.
4)      Pemberian ASI awal.
5)      Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.
6)      Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi.

b.      Kunjungan 11 (6 hari pasca persalinan)
Tujuan :
1)      Memastikan involusi uterus berjalan, uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal.
2)      Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal.
3)      Memastikan ibu mendapat cukup makan, cairan dan istirahat.
4)      Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyakit.
5)      Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat dan menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari.

c.       Kunjungan III (2 minggu pasca persalinan)
Asuhan yang diberikan sama dengan 6 hari post partum

d.      Kunjungan IV (6 minggu pasca persalinan)
1)      Menanyakan ibu tentang penyakit yang dialami ibu dan bayi.
2)      Memberikan konseling untuk KB secara dini.

e.       Kunjungan Rumah
Suatu proses untuk membantu klien atau keluarga mempelajari dan menemukan kebutuhan kesehatan dengan tujuan untuk membantu menyadari adanya masalah kesehatan, menegakkan pengertian bersama mempelajari kebutuhan kesehatan melaksanakan tindakan yang sesuai wewenang, memberikan keyakinan dukungan dan menurunkan stress. (Saifuddin, 2002)


E.       Tanda-tanda Bahaya Selama Masa Nifas
Sebagian besar kematian ibu terjadi selama masa post partum oleh karena itu sangatlah penting untuk membimbing para ibu dan keluarganya mengenai tanda-tanda bahaya yang menandakan bahwa ia perlu segera mencari bantuan medis, ibu juga perlu mengetahui kemana ia mencari bantuan tersebut (Saifuddin, 2002)
Beritahulah ibu jika mengetahui adanya masalah-masalah berikut,maka ia perlu segera menemui bidan :
a.         Perdarahan vagina yang luar biasa atau tiba-tiba bertambah banyak (lebih dari perdarahan haid biasa atau bila memerlukan penggantian pembalut dua kali dalam setengah jam).
b.         Pengeluaran vagina yang baunya menusuk.
c.         Rasa sakit dibagian bawah abdomen atau punggung.
d.        Sakit kepala yang terus menerus, nyeri ulu hati atau masalah penglihatan.
e.         Pembengkakan diwajah atau di tangan.
f.          Demam, muntah, rasa sakit pada waktu buang air kecil atau jika merasa tidak enak badan.
g.         Payudara yang berubah menjadi merah, panas dan atau terasa sakit.
h.         Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama.
i.           Rasa sakit, merah, lunak dan/atau pembengkakan di kaki.
j.           Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya atau diri sendiri.
k.         Merasa sangat letih atau nafas terengah-engah (Saifuddin, 2002)

F.       LINGKUP PROMOSI KESEHATAN TERHADAP IBU NIFAS
Lingkup promosi kesehatan terhadap ibu nifas meliputi nutrisi dan cairan, ambulasi, eliminasi, kebersihan diri dan bayi, istirahat, sexual, latihan/senam nifas, tanda bahaya, keluarga Berencana dan pemberian ASI.
Bidan tetap mendampingi ibu selama 2 jam setelah pesalinan. Dalam masa nifas bidan dianjurkan untuk menanyakan tentang perasaan ibu. Biasanya ibu merasa capek dan lemas. Ibu dan bayi diberikan kesempatan untuk beristirahat. Saat ibu masih merasa lemas, promosi kesehatan dapat diberikan melalui keluarga ibu nifas, misanya keluarga pasien diberitahukan bawa ibu boleh minum dan makan ringan setiap waktu, bangun bila mau kencing dan sebagainya.
Baru setelah ibu merasa lebih baik dan bersedia diberikan pendidikan kesehatan, bidan diperkenankan untuk memberikan pendidikan kesehatan. Itupun sedikit demi sedikit sesuai kemampuan ibu. Pendidikan kesehatan yang diberikan misalnya setelah melahirkan ibu boleh makan seperti biasa, setiap hari minum air putih minimal 8 gelas, ibu diajari cara menyusui dan perawatan payudara, gizi ibu nifas dan sebagainya. Diharapkan dengan memberikan promosi kesehatan pada ibu nifas, ibu nifas dapat menghadapi masa nifas dengan baik dan normal.

DAFTRA PUSTAKA
Pusdiknakes, 2003. Asuhan Kebidanan Post Partum. Jakarta: Pusdiknakes.
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
 Suherni, 2008. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar